Agar Hidup dan Mati kita bermutu di hadapan Allah

Bagaimana Hidup dan Mati yang Bermutu*
Oleh: Drs. KH. Imam Badri
 
Kita harus berusaha sekuat tenaga lahir dan batin supaya hidup kita lebih bermanfaat. Selain itu kita juga harus berusaha agar hidup yang kita jalani ini lebih bermutu lebih berarti untuk diri kita dan untuk orang lain. Tentunya, hidup yang kita jalani ini akan ditutup dengan kematian. Kitapun harus berusaha sekuat tenaga supaya mati kita nanti merupakan suatu kematian yang bermutu, bermakna dan berarti.
Supaya hidup kita ini lebih bermutu dan bermanfaat maka Pertama; Meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah yang telah menciptakan kita. Kemudian meningkatkan hubungan kita dengan Allah dan berusaha meningkatkan akhlaqul karimah serta menambah ilmu pengetahuan. Dengan bekal tersebut kita akan dapat berhubungan baik dengan Allah (mu’amalah ma’a Allah) dan juga berhubungan baik dengan manusia (mu’amalah ma’a al-khalqi). Orang yang mempunyai ilmu pengetahuan juga akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat jika ia memanfaatkan ilmunya dengan baik: “…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah 11).
Kedua; Berusaha bersungguh-bersungguh. Salah satu upaya untuk bisa meningkatkan mutu hidup kita adalah dengan berusaha supaya kita bersungguh-sungguh dalam mengerjakan pekerjaan apa saja yang diridhoi oleh Allah, termasuk tugas-tugas yang diberikan kepada kita. Orang yang tidak bersungguh-sungguh tidak akan sukses. جد وجد  من Kata-kata ini bukan hanya  mahfudzotnya kelas satu, tapi mahfudzatnya para ulama dan pemimpin. Mahfudzat tersebut juga mengandung filsafat yang mendorong kita untuk senantiasa berusaha. Karena hanya dengan usaha yang sungguh-sungguhlah kita akan menjadi orang yang sukses.
Dalam satu hadist: “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang diantara kamu jika ia mengerjakan sebuah amalan dengan tekun dan bersungguh-sungguh”. Dari hadist tersebut kita dapat mengetahui bahwa kalau ada orang yang tidak bersungguh-sungguh, Allah tidak akan mencintainya. Hadist inipun mengajari kita bahwa hasil yang diperoleh manusia tidak langsung dapat dilihat, yang terpenting adalah kesungguhan dalam berusaha untuk mencapai tujuan.
Ketiga; Istiqomah. Istqomah adalah salah satu unsur penting agar mutu hidup kita ini lebih baik dan lebih bermakna baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain. Orang yang istiqomah itu tidak aamanuu tsumma kafaruu summa asyaddu kufron dan seterusnya. Orang yang istiqomah pasti akan ditolong oleh Allah Swt. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushshilat 30)
Orang yang mengatakan bahwa Tuhannya adalah Allah, segala perbuatan dan perkataannya adalah hanya untuk mencari ridlo Allah semata. Mereka akan ikhlas beribadah dan beramal untuk kebaikan dan hanya mencari keridhoan Allah. Jika mereka ikhlas dan istiqomah maka akan turun kepada mereka malaikat. Kata tatanazzaluu dalam ayat ini adalah fi’l mudhori’ yang artinya malaikat akan terus turun untuk memberi kabar gembira, membesarkan hati, memberikan rasa optimis dan memberi kabar gembira bahwasannya orang itu akan diberi surga.
Keempat; Tajdidu an-Niyah (selalu memperbaiki niat). Karena niat ini kadang-kadang benar dan kadang-kadang salah, jadi perlu kita perbaharui terus menerus. Dengan memperbaharui niat secara terus-menerus maka segala langkah kita akan terjamin dengan baik. Manusia itu pasti tidak lepas dari salah dan lupa. Lebih dari itu, iman manusia juga terkadang naik dan terkadang turun. Untuk memelihara keimanan tersebut hendaknya kita selalu memperbarui niat kita. Memperbarui niat juga berfungsi sebagai muhasabah an-nafs untuk diri kita dan segala amal yang telah kita lakukan.
Kelima; Selalu merasa kurang. Yang  penting lagi untuk memperbaiki mutu hidup ini kita harus selalu merasa kurang. Kurang ilmunya, kurang amalnya kurang ibadahnya, kurang sedekahnya. Orang yang merasa kurang akan berusaha untuk menambal kekurangannya. Orang yang seperti itu hidupnya akan lebih bermutu daripada orang yang merasa cukup. Hendaknya kita jangan sampai seperti orang-orang yang dalam al-Qur’an disebutkan. قلوبنا غلف “Hati kami telah tertutup”. Kita merasa bahwa hati kita telah penuh dengan ilmu, telah penuh dengan amal perbuatan yang baik. Sehingga tidak bisa dimasuki lagi oleh ilmu-ilmu yang lain serta nasihat-nasihat yang lain.
Karena hati tertutup, hidayah Allah tidak diberikan, nasihat dari teman pun tidak akan ada manfaatnya. Hati yang tertutup itu bersumber dari sifat sombong atau merasa serba cukup.
Keenam; Menjalankan Sesuatau yang perlu sesuai ajaran Islam. Untuk menjadi manusia yang bermutu, kita harus menjalankan sesuatu yang perlu menurut ajaran Islam. Manusia yang bermutu adalah cerminan manusia yang mempunyai efektifitas dalam gerak kehidupannya. Dalam masyarakat ternyata ada hal-hal yang tidak diperintahkan oleh Nabi, tidak diajarkan oleh nabi tetapi malah dikerjakan. Bahkan ada diantara perbuatan itu yang tergolong pada bid’ah dhalalah. Maka, dalam hidup ini sebaiknya kita meninggalkan hal-hal yang tidak baik dan tidak berguna bagi diri kita. ِمنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَالاَ يَعْنِيْهِ

Mati yang bermutu
Selain hidup yang bermutu, hendaknya kita berusaha agar mati yang bermutu. Kematian adalah sesuatu yang pasti. Kita tidak usah takut mati. Lalu bagaimanakah caranya agar mati kita itu nantinya merupakan mati yang bermutu?
Pertama; Mengucap tahlilلاإله إلا الله  ketika kematian datang menjemput. Salah satu ciri kematian yang bermutu adalah ketika akan mati mengucap laa ilaaha illallaahu. Ada orang yang mati ketika shalat, ditengah-tengah shalat, atau setelah selesai shalat. Ada orang yang setengah jam lagi akan mati menyebut nama Allah, laa ilaaha illallaahu, tentu mati ini bermutu. Dan banyak juga yang matinya tidak bermutu karena digoda oleh setan. Dalam hadits diriwayatkan bahwasanya ketika manusia akan mendekati mati, datanglah setan kepada manusia berupa seperti ibunya, ayahnya dan mengajak kepada kekufuran. Orang yang mati karena bunuh diri atau mati karena dibunuh ketika merampok dan lain sebagainya adalah mati yang tidak ada mutunya sama sekali. Maka kita perlu latihan di dunia ini mengucap laa ilaaha illallaahu.. Dengan memperbanyak membaca kalimat tauhid itu kita akan mempunyai bekal untuk menghadapi kematian yang kita tidak tahu entah kapan akan terjadi.
Kedua; Mudah dalam sakaratulmaut. Ada orang yang dimudahkan oleh Allah dalam menghadapi kematiaannya ada juga yang mengalami kesusahan. Maka dari itu kita berdoa: “Ya Allah mudahkanlah hamba dalam sakaratul maut”. Kemudahan dalam sakaratul maut tersebut tidaklah diberikan secara cuma-cuma. Orang yang dimudahkan oleh Allah dalam sakaratul maut adalah orang-orang yang selalu beramal baik untuk mencapai keridhoan Allah.
Ketiga; Selalu bertanya kepada anak-anaknya, kader penerusnya, apa yang akan kau sembah setelah saya mati. Diantara tanda orang yang matinya bermutu adalah apabila ia mempunyai anak, murid dan keluarga, menjelang kematiannya dia bertanya “Apa yang akan kau sembah sepeninggalku?”ما تعبدون من بعدى   Bukan “Apa yang akan kau makan sepeninggalku?”. ما تأكلون من بعدى Berarti orang seperti itu ketika masih hidup selalu memikirkan agar bagaimana supaya anak cucu keturunannya, penduduk desanya, penduduk negerinya tidak melupakan ibadah kepada Allah. Berarti ia selalu mengajarkan agama kepada anak cucunya. Sehingga jika ia mati, maka anak cucunya itu akan selalu mendoakan dan selalu kuat ibadahnya. Cv 

* Ditranskrip dari pidato KH. Imam Badri di masjid Pusaka.
Darussalam Gontor indonesia

Di tulis Oleh Ade surya Nasril

e-mail: suryaade30@gmail.com

Related Post

Previous
Next Post »

Assalamu'alaykum.wr.wb.
Bagi pengunjung situs ini, Dimohon agar komentar yang di post ke situs ini menggunakan bahasa yang santun dan baik. Tunjukkan bahwa Islam adalah Rahmatan lil'alamin.
Wassalam.
admin

New Customers Only. Restrictions apply.
use code: SITI1865
Buy Baby Items at Diapers.com