Assalamu'alaikum.wr.wb.
Al-Islah, pada
mulanya adalah Ide, dan ide itu adalah Al-Islah dan ide itu telah menjelma
menjadi Buletin Kristologi dengan jargonnya Memperbaiki Keimanan Menghindari
kemurtadan, Al-Islah mula-mula berkosentrasi pada Kristologi, karena selama ini
pengertian masyarakat tentang murtad adalah keluarnya seorang muslim dari Islam
lalu masuk agama Kristen.
Al-Islah menilai, kebanyakan umat Islam
yang murtad dan masuk agama lain adalah dari orang-orang yang awam terhadap
Islam dan dari orang-orang dengan ekonomi lemah, dan mereka seringkali keluar
dari Islam karena intimidasi dan sebagai rasa terimakasih telah dibantu secara
ekonomi.
Al-Islah akhirnya terbit pertama kali kira-kira pada
bulan Februari dengan format ½ halaman A4 (artinya 1 lembar kertas A4 dibagi 2)
dengan 1 halaman muka saja dan halaman belakangnya kosong. Al-Islah terbit
pertama kali sebanyak 400 lembar berupa fotocopy-an dan disebarkan di 4 masjid
dengan gratis. Al-Islah terus berkembang yang akhirnya terbit 1 kertas A4 penuh
dengan halaman muka dan belakang terisi materi dan dengan format full color.
Al-Islah, kini telah online dengan alamat website : www.al-islahonline.com karena ide seseorang yang simpati
agar Al-Islah dapat dibaca oleh umat secara lebih luas, dan bermanfaat secara
lebih luas pula. (sudah kena hack)
Al-Islah juga berharap, umat Islam dapat
memahami keimanan dan teologi agama lain (terutama Kristen) sehingga tidak
menghujatnya tetapi dapat berdialog dan mengkritisi secara ilmiah. Hingga
akhirnya al-Islah memutuskan untuk dapat memberikan pencerahan kepada umat Islam
tentang agama lain (kekristenan).
Al-Islah dalam perjalanannya,
mendapat banyak masukan perihal materi yang harus disampaikan, karena murtad
bukan saja orang Islam keluar dari Islamnya untuk pindah agama, tetapi murtad
bisa terjadi karena isme-isme yang sedang menghegemoni akidah umat Islam dewasa
ini, seperti Pluralisme, Liberalisme, Sekularisme, Pragmatisme, Hedonisme dan
isme-isme yang lain.
Al-Islah akhirnya memutuskan menerima saran
tersebut untuk memberikan pencerahan tentang isme-isme. Karena ternyata,
isme-isme yang menghegemoni ideologi Islam mempunya daya perusak yang jauh lebih
dasyat, karena isme-isme tersebut dapat menyebabkan seseorang murtad tanpa
menyadarinya, karena orang yang murtad yang disebabkan oleh isme-isme dia tetap
mengaku sebagai Islam dan KTP-nya tetap Islam tetapi pemikirannya tidak Islami
lagi.
Al-Islah akan selalu berusaha komitmen dengan jargonnya
yaitu ‘Memperbaiki Keimanan Menghindarkan Kemurtadan’ dengan memberikan
pemahaman tentang perusak-perusak keimanan. Akhirnya Al-Islah kini memasuki
perang yang namanya perang pemikiran, karena isme-isme tersebut.
Wasallam
Team
